Yuk Ketahui Tentang Pengertian dan Jenis Buku Besar

1 min read

Para akuntan tentu sudah tidak asing lagi dengan buku besar atau general ledger. Buku ini termasuk bagian dari siklus akuntansi. Kalau dilihat dari sisi teknis, buku besar adalah kumpulan catatan data transaksi yang ada pada jurnal khusus dan jurnal umum.

Pada dasarnya cara pembuatan buku besar cukup sederhana. Pembuatan buku besar dikenal dengan istilah posting. Posting adalah proses memindahkan dari jurnal ke buku besar. Namun hal ini cukup sulit untuk perusahaan yang memiliki transaksi yang banyak.

Buku besar akan menampilkan saldo keuangan dan riwayat transaksi pada periode tertentu. Dan pada akhir periode, nantinya buku ini dijadikan sumber data dalam pembuatan laporan keuangan perusahaan.

Nah, untuk lebih lengkapnya simak penjelasan berikut ini dan kunjungi situs mastahbisnis.com untuk mendapatkan informasi seputar bisnis.

Pengertian Buku Besar

Buku besar atau ledger adalah buku yang berisi kumpulan akun yang digunakan untuk mencatat transaksi yang terdapat pada jurnal dan memiliki banyak bentuk seperti Skontro, Staffle, dan bentuk T.

Buku besar juga bisa diartikan sebagai buku catatan tahap terakhir (book of final entry) dalam akuntansi yang berisi ringkasan data transaksi dari jurnal, yang mana data tersebut sudah diklasifikasikan dan dikelompokan.

Adapun akun yang dicatat pada buku besar seperti kewajiban, modal perusahaan, dan aktiva.

Setiap perusahaan memiliki perkiraan yang dicatat pada buku besar yang berbeda beda. Hal ini tergantung dengan kondisi perusahaan tersebut. Mulai dari keuangan perusahaan, kekayaan perusahaan, volume transaksi, informasi yang diinginkan perusahaan, dan jenis kegiatan.

Fungsi dari akun akun pada buku besar pun juga berbeda beda, tergantung dengan kondisi perusahaan tersebut.

Terkadang, data yang terdapat pada buku besar belum mencerminkan data yang lengkap dan rinci. Seperti piutang, ketersediaan barang, dan piutang.

Selain itu, dibutuhkan adanya buku besar pembantu. Buku tersebut digunakan untuk melihat kumpulan rekening yang dikelompokan. Sehingga terdapat beberapa jenis buku besar seperti buku pembantu utang, pembantu barang dagang, dan pembantu piutang.

 

Macam Macam Bentuk Buku Besar

Sudah dijelaskan sebelumnya, buku besar memiliki macam-macam bentuk seperti bentuk T, Skontro, dan Staffle. Berikut penjelasannya :

  • Bentuk T

Buku besar dengan bentuk T merupakan salah satu jenis buku besar yang sederhana. Yang mana bentuknya seperti huruf T kapital. Pada sisi sebelah kiri menunjukan kolom debit dan sisi sebelah kanan menunjukan kolom kredit.

Fungsi dari buku besar bentuk ini juga terbilang sederhana. Sisi kanan atas terdapat kode akun, sementara sisi kiri atas terdapat nama akun.

Setiap perusahaan memiliki transaksi dan jumlah akun yang berbeda. Hal ini tergantung dengan jenis transaksi dan jenis perusahaan pada satu periode. Kesamaan pada buku besar bentuk T terletak pada format tanggal, kredit, debit, nama, nomor akun, dan total di akhir jumlahnya.

  • Skontro

Buku besar skontro adalah bentuk buku besar yang memiliki dua kolom, yaitu kanan dan kiri. Buku besar dengan jenis ini sering dipakai perusahaan dan memiliki fungsi yang cukup penting.

Meskipun terbilang mudah dalam pembuatannya, data pada buku besar dengan bentuk ini tetap detail, baik transaksi maupun nominalnya.

  • Staffle Saldo Tunggal

Buku besar dengan bentuk staffle saldo tunggal ini memiliki fungsi untuk mencatat hasil setelah melakukan transaksi, baik debet ataupun kredit. Biasanya buku besar dengan bentuk ini digunakan perusahaan dengan jumlah transaksi yang banyak, karena akan lebih mudah untuk menjumlah transaksi dengan jumlah banyak pada satu periode.

  • Staffle Saldo Rangkap

Buku besar dengan bentuk ini mirip dengan kolom tunggal. Perbedaannya terletak pada kolom saldo, di staffle saldo rangkap kolomnya dibagi menjadi dua yaitu kolom kredit dan debit.