Material Utama Kayu Jati juga Kayu Mahoni Square untuk Furniture Jepara

1 min read

Baik kayu jati maupun mahoni termasuk dua jenis kayu yang paling populer dijadikan bahan industri mebel, salah satunya furniture yang berasal dari Jepara. Terdapat sejumlah faktor yang membuat dua jenis kayu ini paling sering digunakan. Salah satunya dikarenakan kayu jati dan mahoni banyak ditanam.

Di Indonesia sendiri, Anda bisa dengan mudah menjumpai kayu jati. Kayu ini umumnya berwarna kecoklatan dan memiliki corak yang cantik. Maka, tak heran jika kayu jati sangat diminati oleh pengusaha mebel. Di Jepara sendiri, kayu jati merupakan jenis kayu yang paling laris dibandingkan dengan jenis kayu lainnya. Bahkan, Perhutani juga turut mengembangkan kayu ini.

Kayu jati diklaim sangat kokoh dan lebih awet atau tahan lama dibandingkan jenis kayu lainnya. Sejumlah produk mebel berbahan jati bahkan ada yang sampai berumur ratusan tahun. Namun, Anda harus merogoh kocek lebih dalam untuk mendapatkan furniture berbahan jati. Sebab, harga kayu ini lebih mahal dibandingkan kayu lainnya.

Selain kayu jati, furniture Jepara untuk mimbar masjid juga biasanya menggunakan kayu mahoni sebagai material utamanya. Pohon mahoni tergolong pohon besar yang tingginya bisa mencapai 35 hingga 40 meter, dengan diameter mencapai 125 cm. Batang kayu mahoni berbentuk lurus dengan kulit retak seperti sisik dan berwarna coklat kehitaman.

Pohon mahoni umumnya tumbuh di wilayah Asia yang memiliki iklim tropis, seperti Indonesia. Kayu mahoni memiliki serat halus berpori kecil sehingga furniture yang terbuat dari material utama kayu mahoni juga biasanya sangat halus.

Tak sedikit masyarakat yang menilai bahwa furniture dengan material utama kayu mahoni memiliki kualitas dibawah furniture dengan material kayu jati. Salah satu faktornya adalah harga bahan baku kayu mahoni yang dijual gelondongan lebih murah dibandingkan kayu jati. Namun, penjualan furniture dari kayu mahoni tergolong tinggi.

Tak sedikit produsen furniture atau mebel jepara yang membuat produk dengan material utama kayu mahoni. Produk tersebut dibuat guna memenuhi kebutuhan ekspor yang menuntut pengerjaan dan perlakuan bahan baku yang ekstra hati-hati. Perlakuan tersebut tentunya memakan biaya yang lebih tinggi sehingga membuat harga furniture jepara untuk mimbar masjid berbahan kayu mahoni juga tinggi.

Untuk membuat furniture dari kayu mahoni, Anda harus menggunakan kayu yang berdiameter besar, yakni lebih dari 30 cm. Sebab, kayu mahoni dengan diameter kecil mudah menyusut dan rentan hama, serta memiliki struktur yang kurang stabil. Dari segi harga, tentu kayu mahoni berdiameter lebih mahal dibandingkan dengan kayu mahoni dengan diameter kecil.

Jika dibandingkan secara umum antara kedua jenis kayu yang telah disebutkan di atas, kayu jati lebih baik dan unggul dibandingkan kayu mahoni. Meski kayu jati dianggap memiliki kekuatan yang yang hampir sama dengan kayu mahohi, tetapi kayu jati mempunyai masa pakai yang lebih lama (lebih awet). Selain itu, kayu jati juga tahan terhadap perubahan dan lebih tahan hama.

Faktor di atas biasanya dijadikan sebagai bahan pertimbangan produsen dan konsumen dalam memilih material utama untuk furniture. Meskipun, harga kayu jati lebih mahal dibandingkan kayu mahoni. Namun, baik kayu jati maupun kayu mahoni memiliki kelebihan masing-masing. Anda cukup menyesuaikan dengan furniture yang Anda butuhkan dan budget yang ada.

Demikianlah artikel mengenai material utama furniture jepara untuk mimbar masjid dari kayu jati dan kayu mahoni. Dua jenis kayu yang paling populer dan banyak digunakan oleh produsen furniture dari Jepara. Semoga bermanfaat.

Kerajinan Jam Dinding dari Kayu yang Unik

Jam merupakan salah satu perabot yang penting di dekorasi interior rumah, hal ini karena menunjukkan waktu. Sehingga anda bisa beraktifitas lebih tepat, cepat dan...
Dorado Golden
1 min read