Macam Air Suci yang Mensucikan

1 min read

Assalaamu ‘alaikum wa rohmatullahi wa baro kaatuh. Bis millahi wal hamdu lillahi wa shollallahu wa sallama ‘ala rosulillah sayyidina Muhammad Ibni Abdillah wa ‘alaa aalihi wa ashabihi ajma’iin, wa Ba’du. Para Pembaca yang kami baggakan dalam artikel kali ini kami akan sampaikan tentang; “Macam-macam Air Suci dan yang Mensucikan''

Bermacam Air Yang Suci Dan Mensucikan

Membicarakan masalah air dalam ajaran islam ini sesungguhnya tidak semua air itu suci. Dan juga tidak semua air suci itu bisa mensucikan. Oleh karena itu mari kita sedikit mempelajari seperti apa air yang suci, dan seperti apa air suci yang bisa mensucikan, juga air suci yang mana yang tidak bisa mensucikan.

Maksud Dari Kata Suci Mensucikan

Saudarku semua para pembaca sekalian yang kami kagumi, kami tidak bermaksud menggurui para ahli di bidangnya. Akan tetapi kami hanya berbagi ilmu saja buat yang memerlukannya. Jadi adapun air yang dimaksudkan dari kata suci adalah air yang betul betul bersih dari segala bentuk kotoran dan terbebas dari berbagai macam najis.

Sedangkan yang dimaksudkan mensucikan di sini ialah mensucikan hadats baik itu hadats besar atau pun hadats kecil. Hadats besar contohnya seperti jinabat sedangkan hadats kecil seperti buang angin atau buang air kecil dan sebagainya.

Macam-macam Air Yang Suci

Pembaca yang kami muliyakan, yang kami bicarakan di sini adalah menurut fiqih dalam madzhab Syafi’i. Oleh karena itu boleh jadi terdapat perbedaan dengan pandangan yang lainnya. Jadi menurut dalam pandangan madzhab Safi’I macam air yang suci itu ada tujuh macam seperti yang diterangkan dalam kitab Fathul qorib. Adapun tujuh macam air tersebut itu adalah;

  1. Air laut (yakni air yang asin rasanya)
  2. Air sungai (air yang rasanya tawar yang mengalir di sungai atau pun tidak)
  3. Air langit (seperti air hujan atau air gerimis)
  4. Mata air ( yakni air sumber yang keluar dari bumi)
  5. Air galian sumur
  6. Air salju yakni air es atau hujan salju
  7. Air embun

Demikian uraian singkat kami untuk lebih lengkapnya kunjungi https://www.fiqih.co.id/