Cara Memulai Usaha Ternak Kambing yang Menguntungkan

2 min read

usaha ternak kambing

Usaha ternak kambing menjadi salah satu profesi peternak yang menggiurkan karena keuntungannya yang terbilang cukup tinggi. Pasarnya yang masih cukup luas juga membuat usaha ternak kambing ini menjadi pilihan untuk para pengusaha.

Sampai saat ini usaha peternakan masih menjadi salah satu kegiatan ekonomi yang bisa dikatakan menguntungkan karena permintaan daging kambing yang akan terus ada. Terlebih di berbagai negara yang banyak memiliki penduduk muslim seperti Indonesia ini merayakan idul adha.

Kambing menjadi salah satu hewan kurban di Indonesia yang banyak diburu oleh masyarakat. Melakukan ternak kambing bisa dikatakan lumayan sulit, tergantung dengan cara perawatan yang dilakukan.

Keterampilan dalam memilih dan memilah pakan serta kandang yang cocok menjadi faktor yang terbilang sangat penting. Dalam merawat kambing, usaha dan juga keterampilan memang sangatlah dibutuhkan.

 

Cara Usaha Ternak Kambing

usaha ternak kambing

Untuk menjadi seorang peternak kambing, pastinya kamu harus mencari tahu caranya agar mendapatkan untung yang besar. Berikut ini beberapa cara yang bisa kamu ikuti untuk memulai usaha ternak kambing.

1. Memilih Jenis Kambing

Hal pertama yang harus kamu lakukan sebelum beternak kambing adalah memilih jenis kambing yang akan kamu ternak. Kambing mempunyai varietas yang berbeda-beda. Di setiap jenis pun memberikan keuntungan yang berbeda.

Pemilihan jenis kamu harus disesuaikan terlebih dahulu dengan keinginan kamu. Beberapa jenis kambing yang umumnya diperdagangkan yaitu seperti kambing etawa, domba jawa, dan juga garut.

Kambing dengan jenis etawa paling sering ditemukan dengan perawakannya yang cukup besar untuk menghasilkan susu. Ada juga kambing yang biasanya dikonsumsi dagingnya yaitu kambing jenis putih.

2. Pembangunan Kandang

Syarat utama yang harus kamu perhatikan ketika membangun peternakan kambing adalah kandang. Kandang mempunyai fungsi untuk tempat merawat dan juga mengawasi kambing. Agar tidak membahayakan kambing, kandang perlu untuk diperhatikan.

Model kandang yang sering kali dipakai yaitu kandang panggung. Pastikan bahwa jarak kandang dari rumah warga sekitar 10 meter, memakai bahan yang kokoh, dan juga areanya yang cukup luas.

Pencahayaan yang cukup pada kandang kambing diperlukan agar mudah dibersihkan dan tidak lembab. Kambing akan lebih mudah sakit jika kandangnya kotor karena banyak virus yang bermunculan.

3. Pemilihan Pakan Ternak Kambing

Kambing butuh asupan pakan yang baik agar sehat dan bisa dijual dengan harga yang tinggi. Pakan hijau yang diberikan harus benar-benar diperhatikan agar kambing tidak mengalami kekurangan pakan yang menyebabkan gangguan pada pertumbuhan.

Pakan ternak yang dibutuhkan untuk satu ekor kambing saja sekitar 5 sampai 7 kg per harinya. Untuk mempermudah dalam memberikan pakan kambing, kamu bisa menggunakan mesin pencacah rumput.

Apabila ingin memakai pakan kompos, kamu bisa menggunakan mesin kompos organik. Namun, kamu harus tetap memperhatikan kuantitasnya agar kambing bisa tumbuh dengan sehat.

4. Pilihlah Kambing yang Berusia 5 sampai 6 bulan

Jika tertarik untuk merawat kambing yang biasanya dipakai ketika idul adha, di sarankan kamu membeli kambing yang masih muda dengan usia sekitar 5 sampai 6 bulan. Kambing dengan usia tersebut lebih mudah dipelihara dan juga tahan pada penyakit.

Sebaiknya kamu membeli kambing pada bulan safar sesudah hari raya idul adha. Hal ini karena harga kambing cenderung lebih murah untuk diternak lagi. Usahakan pilih kambing yang mempunyai postur punggung tebal, dada yang lebar, dan juga kaki depan yang besar.

5. Perhatikan Kesehatan dan Penyakit

Sebagai peternak hewan, kesehatan hewan yang diternak menjadi salah satu hal yang harus sangat diperhatikan. Ada berbagai faktor yang bisa membuat penyakit, salah satunya yaitu kebersihan kandang ternak.

Kandang yang pencahayaannya minim, kotor, serta mempunyai sanitasi yang jelek bisa membuat kambing yang diternak lebih mudah terkena penyakit. Imun kambing juga bisa menurun karena pemberian pakannya yang kurang optimal.

Kambing yang baru dibeli dan kambing yang sakit sebaiknya diisolasi terlebih dahulu. Tujuan dilakukannya yaitu untuk perawatan dan juga pencegahan penularan penyakit ke kambing lainnya.