Beberapa Fungsi Sabut Kelapa untuk Tanaman dalam Pot Maupun Hidroponik

2 min read

fungsi sabut kelapa untuk tanaman

Banyak fungsi sabut kelapa untuk tanaman yang mungkin belum kamu ketahui. Kelapa memang dikenal sebagai tanaman seribu manfaat. Mulai dari daging dan airnya yang bisa dikonsumsi, hingga bagian tanaman lainnya seperti sabut kelapa yang bisa dimanfaatkan kembali.

Sabut kelapa umumnya dijadikan sebagai bahan bakar alternatif yang mempunyai tekstur mirip dengan serat atau serabut yang kasar. Selain bisa dipakai sebagai alternatif bahan bakar, sabut kelapa juga mempunyai banyak fungsi dan manfaat untuk tanaman.

Umumnya sabut kelapa akan dibuang begitu saja apabila daging dan air kelapanya sudah diambil. Nyatanya, sabut kelapa bisa diolah lagi menjadi media tanam yang sangat ramah terhadap lingkungan.

Membuat sabut kelapa menjadi hal yang bermanfaat bisa memakai mesin sabut kelapa. Pastinya semua orang ingin mempunyai mesin pengurai sabut kelapa agar lebih mudah proses pembuatannya. Namun, kamu tetap bisa memakai cara manual walaupun memakan waktu dan tenaga.

Baik tanaman dalam pot ataupun tanaman hidroponik bisa memanfaatkan sabut kelapa untuk dijadikan sebagai media tanam. Dalam penanaman hidroponik, sabut kelapa bisa menyalurkan nutrisi dengan lebih baik ketika dipakai.

Sistem akar juga akan berkembang dengan mudah apabila memakai sabut kelapa karena tidak mudah untuk dipadatkan. Sehingga tanaman tidak akan tergenang air atau menjadi sesak. Karena media tanam yang satu ini cukup ringan dan juga lapang untuk tanaman, membuatnya mampu menjaga kelembaban dalam waktu yang lama.

Selain itu, sabut kelapa bisa meningkatkan jumlah bakteri yang baik di area sekitar akar tanaman, sebab bisa membuat pH tanah menjadi seimbang sehingga membantu Lignin bertumbuh.

 

Pemakaian Sabut Kelapa untuk Tanaman

fungsi sabut kelapa untuk tanaman

Sabut kelapa merupakan media tanam yang bisa dijadikan sebagai pengganti lumut gambut, rockwool, ataupun bola tanah liat. Ketika diberi campuran perlite, sabut kelapa sangatlah cocok dijadikan sebagai media tanam pada tanaman hidroponik.

Selain itu, untuk memanfaatkan sabut kelapa menjadi media tanam di dalam pot, kamu cukup menambahkan kompos di dalamnya. Bisa juga sabut kelapa dijadikan sebagai alternatif lumput sphagnum dan juga gambut.

Fungsi lainnya, sabut kelapa bisa membantu mencegah tanaman rumah kaca intensif yang terserang hama siput atau holtikultura.

Selain mempunyai beragam manfaat untuk tanaman, sabut kelapa juga mampu mengunci zat besi, kalsium, serta magnesium karena garam dan juga nilai tukar karotennya yang terbilang tinggi, menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh ilmuan dari University of Tennessee.

Agar keseimbangan selalu terjaga, kamu harus selalu memperhatikan kadar nutrisi dan juga garam. Untuk penanaman di tanah langsung, sabut kelapa memanglah tidak cocok karena akan menghilangkan sebagian besar dari kandungannya.

Walaupun begitu, sabut kelapa juga tetap bisa dimanfaatkan menjadi penutup tanah atau mulsa karena bisa membantu menekan pertumbuhan gulma dan menjaga kelembaban. Manfaat lain sabut kelapa untuk tanaman yaitu :

1. PH Tanah

Berbeda dengan pH asam yang terdapat dalam lumut gambut, sabut kelapa mempunyai tingkat pH yang netral. Sebagian besar jenis tanaman sayur dan bunga taman tumbuh dengan sangat baik dalam kondisi yang netral sampai sedikit basa.

Dengan memakai sabut kelapa, batu kapur tidak lagi dibutuhkan untuk memerangi keasaman yang lebih tinggi, kecuali tanah yang mempunyai tingkat pH yang lebih tinggi secara alami. Pemakaian sabut kelapa bisa menghemat biaya dan juga tenaga kerja.

2. Drainase

Sabut kelapa juga bisa meningkatkan drainase tanah yang ada pada tanaman dan dengan sekaligus membantu menjaga kelembaban pada tanah yang cepat kering. Hal ini karena sabut bisa terurai secara perlahan.

Sama halnya seperti gambut, sabut bisa menciptakan kantong udara yang memungkinkan kelembaban yang berlebih akan mengalir dari akar tanaman di dalam tanah. Sabut kelapa sendiri mampu menahan kelembaban sehingga drainase tidak terlalu cepat terjadi dan tanah tidak akan mengering seluruhnya.

Sifat drainase dan juga retensi ganda ini bisa memungkinkan sabut untuk membantu meningkatkan manajemen kelembaban pada kedua tanah liat yang berat dan juga pada tempat tidur yang pasirnya kering.