5 Poin yang Sering Luput Saat Membuat Web Landing Page

2 min read

Sebagai pemilik website landing page, terkadang kita luput dari hal-hal kecil yang ternyata dapat mempengaruhi hasil landing page itu sendiri. Berikut ini adalah beberapa poin yang biasanya dilupakan oleh para pemilik landing page :

1. Call To Action (CTA) Kurang Jelas

Call To Action (CTA) ialah sebuah ajakan yang digunakan untuk mengajak para pembeli untuk melakukan sebuah tindakan untuk membeli sebuah produk atau menggunakan jasa yang ditawarkannya. Ajakan untuk melakukan sebuah tindakan tersebut seperti daftar sekarang, pelajari selengkapnya ataupun lainnya. Biasanya Call To Action (CTA) ini berbentuk link yang dapat menuntun para pembeli untuk melakukan tindakan pembelian.

Syarat Call To Action (CTA) pada landing page yaitu perlunya warna dan bentuk yang berbeda dengan warna yang berpengaruh besar di landing page anda dan tentunya dapat membuat orang menjadi tertarik.

2. Tidak Memperhatikan Page Fold/ Halaman Lipat/ Batas Layar Monitor

Page Fold ialah sesuatu hal yang kerap kali dilupakan dalam membuat sebuah landing page. Page fold merupakan sebuah pembatas landing page dengan sebuah layar pada monitor ketika belum di scroll. Page Fold mempunyai dua jenis yakni above the hold dan below the fold. Above the fold ialah sebuah bagian yang terletak di atas sebuah garis lipatan. Lalu, below the fold ialah sebuah halaman yang terletak di bawah sebuah garis lipatan. 

Berdasarkan sebuah penelitian, sebagian besar orang yang berkunjung pada landing page anda akan menghabiskan waktunya pada bagian Page fold atau above fold. Jadi dengan anda menerapkan Page fold atau above fold pada landing page anda maka akan mendapatkan konversi tinggi, sama halnya headline dan Call To Action (CTA).

Bagaimana, ternyata tidak mudah kan mengoptimalkan landing page? jika anda kesulitan anda dapat memesan jasa pembuatan landing page. Namun, jika anda ingin mengoptimalkan sendiri, anda bisa lanjut ke poin berikutnya

 

3. Link Navigasi Terlalu Banyak

Link navigasi mempunyai peranan yang sangat penting dalam sebuah landing page. Di dalam sebuah landing anda perlu memasukan sebuah link navigasi hanya satu saja, jadi apabila anda memasukan link navigasi yang sangat banyak akan membuat para pengunjung landing page anda menjadi bingung. Maka karena itu perlunya mengurangi link navigasi yang banyak dengan jumlah lebih dari tiga. 

 

4. Deskripsi Asal-Asalan

Pada bagian deskripsi ini anda perlu memberikan penjelasan mengenai sebuah produk atau jasa layanan yang anda tawarkan pada landing page secara rinci dan jelas. Anda dapat menjelaskan produk atau jasa yang anda tawarkan seperti keunggulan atau kekurangan sebuah produk atau jasa yang anda tawarkan dibandingkan dengan produk atau jasa yang anda tawarkan oleh para kompetitor lainnya.

Tak hanya menjelaskan mengenai sebuah produk atau jasa yang anda tawarkan saja, anda juga dapat memasukan foto atau gambar sebuah produk atau jasa anda. Agar para pengunjung yang mengunjungi landing page mengerti dengan jelas mengenai produk atau jasa yang anda tawarkan sehingga membuat para pengunjung hendak melakukan sebuah tindakan untuk membelinya.

 

5. Tidak Menampilkan Testimoni

Salah satu cara yang dapat anda lakukan untuk mendapatkan konversi yang tinggi yaitu dengan memberikan sebuah testimoni. Testimoni ialah sebuah cara yang dapat anda lakukan dengan memberikan kesaksian orang lain yang telah merasa puas untuk membeli poduk atau jasa yang telah anda tawarkannya. Dengan adanya testimoni  tersebut dapat membuat para pembeli lainnya yang melihat landing page anda menjadi tergerak hatinya untuk melakukan pembelian.

Anda dapat memberikan testimoni pada landing page anda berupa gambar atau foto, dan tak lupa yang lebih penting jangan sekali – sekali merekayasa sebuah testimoni tersebut karena akan berdampak buruk. Jadi gunakanlah sebuah testimony yang asli agar dapat memberikan baik para pembeli anda, sehingga dari situlah dapat menjadi sebuah senjata bagi anda dalam meningkatkan konversi yang tinggi.